BERBAGI

Tuesday, October 17, 2006

Di Tanah Rendah: kedatangan


Tulang pantat ini rasanya sakit setelah sekitar 14 jam, minus jalan-jalan bolak-balik ke toilet dan mampir Kuala Lumpur, duduk di kursi pesawat.
Ini juga malam terpanjang karena terbang saat terbenam matahari dan melesat berkejaran dengannya menuju ke barat. Pesawat ini 3 jam di depan matahari karena tiba di Schipol sekitar jam 5.26 am. Subuhpun belum juga tiba.
Sedikit gamang setelah lama tak pergi ke manca. Tapi semua lancar kecuali pertanyaan (teramat awal bahkan) di ujung lorong belalai turun dari pesawat yang datang dari 2 petugas imigrasi (atau polisi?) bandara. Mereka minta paspor ku, barangkali karena aku terlihat membawa 2 buntalan back packs dan terlihat loyo (kali dikira ngedrug di pesawat, padahal ini red eye).
Semua jelas dan klaar. Di loket imigrasi, sedikit juga tanya basa-basi: ngapain ke sini, sampai kapan, lihat tiket kembalinya. Cukup, tidak selama dan serewel pas di Amerika.
Ambil barang bagasi, tukar uang, keluar temui keponakan teman yang jemput dan hendak antar ke Wageningen. Tiket stripen dibeli, dengan potongan 40% (diskon cukup diminati, dutch way) dan menunggu kereta ke Amsterdam Centraal di Meeting Point Schipol.
Masih cukup waktu untuk leyeh-leyeh di sini. Berkeretapun dijalani, bagasi gede cukup merepotkan tapi jadi semacam olahraga ringan menggempur dinginnya pagi Holland, entah itu saat pindah kereta di Amsterdam Centraal dan terlebih sesampai di Ede Wageningen pindah ke bus menuju Wageningen.
Episode baru tinggal sementara di Tanah Rendah dimulai, dengan iring-iringan kelana pembawa bagasi.

@Wag-17 Oct 2006

1 Comments:

Post a Comment

<< Home